PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH PLASTIK JENIS POLYETHYLEN TEREPHTALATE
Abstrak
Abstrak
Penggunaan bahan tambah plastik dalam berbagai barang seperti alat rumah tangga dan elektronik sudah umum di masyarakat. Salah satu jenis plastik, Polyethylene, dihasilkan melalui proses polimerisasi gas ethylene. Namun, plastik sulit terurai secara alami, membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai sempurna. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah plastik menjadi material bangunan seperti beton menjadi alternatif inovatif, khususnya jenis plastik PET (Polyethylene Terephthalate) dari botol minuman kemasan ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dengan bahan tambah agregat kasar dari limbah plastik PET. Di Kabupaten Banggai, pemanfaatan limbah plastik dalam beton belum dilakukan atau diuji dengan material lokal. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium Kabupaten Banggai dengan variasi PET sebesar 0%, 3%, 6%, dan 9%. Hasil tertinggi diperoleh pada campuran PET 3% dengan faktor air semen (FAS) 0,5 yaitu sebesar 25 MPa. Sementara FAS 0,6 menghasilkan kekuatan tekan tertinggi pada variasi PET 0% yaitu 19,9 MPa. Selisih hasil pada variasi PET 3% antara FAS 0,5 dan 0,6 mencapai 26%. Hal ini menunjukkan bahwa komposisi FAS dan kandungan PET berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan beton.
Kata Kunci: Beton, Kuat Tekan Beton, Plastik PET, Bahan Tambah









